Thursday, December 6, 2012

Pemancar Radio menganggu frekuensi penerbangan

Pemancar Radio kadang menganggu frekuensi penerbangan , Nah bagi yang coba coba membuat/memasang pemancar radio sendiri hendaknya berhati hati jangan sampai mengganggu orang lain , terutama layanan publik, hal yang terjadi adalah mengganggu signal TV jadi bruwet, dan pesawat terbang yang sedang melintas di angkasa. untuk itu maka sering ada aturan dan perijinan pemancar radio lokal. bisa di lihat di kutipan berita di vivanews berikut bagaimana pemancar radio mengganggu frekuaensi penerbangan di atas awan :
VIVAnews – Kementerian Komunikasi dan Informatika membenarkan frekuensi radio terkadang menganggu frekuensi penerbangan. Ini karena kisaran frekuensi radio dengan frekuensi penerbangan berdekatan.
Pemancar Radio menganggu frekuensi penerbangan
Pemancar Radio menganggu frekuensi penerbangan
“Frekuensi radio ada di 88 sampai 107 MHz, sedangkan frekuensi penerbangan ada di 108 sampai 138 MHz,” kata Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto kepada VIVAnews, Selasa 12 Mei 2012.

Masalah lantas muncul karena ada radio yang memakai frekuensi di luar izin yang diberikan Kominfo. “Ada kecenderungan yang mengganggu ini radio ilegal. Mereka biasanya pakai power tinggi sehingga frekuensinya sampai ke frekuensi penerbangan. Peralatan radionya pun tidak bersertifikat,” jelas Gatot.
Ia bahkan menyatakan, gangguan frekuensi radio terhadap frekuensi penerbangan ini terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia. Meski demikian, imbuh Gatot, tidak semua saluran radio seperti ini.

Frekuensi telepon selular yang sebelumnya disebut-sebut kerap mengganggu penerbangan, menurut Gatot justru tidak signifikan dampaknya. Ini karena ponsel mempunyai frekuensi tersendiri sehingga tidak akan mengganggu komunikasi pilot.

Jadi, jelas Gatot, kalau pilot mendengar ada percakapan orang penyusup masuk di alat komunikasinya, itu bukan langsung dari ponsel, melainkan dari pembicaraan telepon yang masuk ke radio. Nyaris semua radio mengggunakan telepon untuk berinteraksi langsung dengan pendengarnya.

Sementara itu, frekuensi lain seperti frekuensi televisi, menurut Gatot efeknya ke penerbangan sangat kecil karena berada pada frekuensi yang lebih tinggi, yakni 460 sampai 806 MHz.

Sebelumnya pilot senior Garuda Indonesia, Capt. Adrian Jeffery Asmara mengisahkan soal bocornya frekuensi saluran komunikasi antara pilot dan petugas komunikasi di menara ATC. Akibatnya, pilot-pilot di wilayah udara Indonesia bisa mendengar siaran radio dangdut atau komunikasi ponsel yang semestinya tak boleh terjadi.

Adrian bahkan menyatakan, masuk ke area udara Indonesia bagai neraka bagi pilot asing. “Selama perjalanan kami mendengar percakapan orang, kemudian terdengar musik lagi. Kami pilot Indonesia saja terganggu, bagaimana pilot luar tidak maki-maki,” ujarnya dalam wawancara dengan tvOne.

Jeffrey menuturkan, frekuensi bisa bocor karena banyak pemancar radio yang lebih memilih menguatkan sinyal dibanding menambah stasiun pemancar. Sebaliknya, ATC pada umumnya hanya memiliki tiga frekuensi back up. Hal ini menyebabkan pilot kerap mendapati blank spot. (sj)
Perlunya pembatasan dan perijinan memang perlu supaya keselamatan penumpang layanan transportasi udara ini tidak terganggua. ( pemancar radio ).
sumber : http://news.viva.co.id/news/read/313898-kominfo--frekuensi-radio-bisa-ganggu-pilot

No comments:

Post a Comment

Post a Comment